Mengenal Tradisi Korea di Korea House

Ingin lebih kenal dengan budaya Korea ? Selain di Namsangol Hanok VillageNata dan Chongdong Theater, Anda juga bisa melihat dari dekat tradisi Negeri Gingseng ini di Korea House, Seoul, Korea Selatan. Korea House telah menjadi ajang pertunjukan seni tradisional Korea selama lebih dari 20 tahun.

Namsangol Hanok VillageKorea House yang terletak tepat di depan kawasan Namsangol Hanok Village ini menawarkan 30 hidangan tradisional Korea dan juga pertunjukan rakyat yang beragam.

Tidak itu saja, pengunjung bisa melihat taman yang cantik, melihat seremoni pernikahan tradisional, serta melihat kerajinan tangan khas tempo dulu.

Anda bisa melihat teater dan seni pertunjukan tradisional Korea meliputi musik dan tari seperti Buchaechum (tarian kipas), Sinayui, Salpuri, Pansori, tari drum dan tari topeng. Salah satu tarian yang paling terkenal adalah Buachaechum. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh sekelompok wanita yang menggunakan kipas yang berhiaskan bunga peony dan mengenakan hanbok yang berwarna mencolok.

Baca Juga:  Wolmido, Pulau Berbentuk Setengah Bulan

Hanbok adalah pakaian tradisional Korea. Pada umumnya baju ini memiliki warna yang cerah dengan garis sederhana serta tidak memiliki saku. Hanbok biasanya dipakai secara formal atau semi formal dalam perayaan atau festival tradisional.

Namsangol Hanok VillageSementara itu, di ruang Cultural Gift Shop, Anda bisa melihat berbagai kerajinan yang dibuat oleh para pengrajin tradisional. Total ada 500 buah karya seni yang dibuat dari 20 bidang karya yang berbeda. Seperti tembikar atau gerabah, keramik, kerajinan emas dan bordir. Selain untuk dipamerkan, kerajinan ini juga bisa dibeli oleh pengunjung sebagai oleh-oleh atau souvenir.

Menurut cerita, lokasi Korea House ini pernah digunakan sebagai rumah pribadi Bak Paeng-nyeon. Ia adalah orang kepercayaan Raja Danjong yang terkenal setia. Selain itu, Korea House juga sempat digunakan untuk wisma negara pada saat Republik Korea baru terbentuk. Gaya arsitektur Korea House yang bergaya tradisional para era Dinasti Joseon ini mempunyai beberapa bagian bangunan.

Baca Juga:  Mengunjungi Sangkyukwan University, Universitas Terbaik dengan Bangunan yang Megah

Yang pertama, yakni gerbang utama atau yang disebut dengan Soseul Daemun, Anchae (ruang khusus wanita), Aarangchae (ruang khusus pria), Haengnangchae (ruang untuk pelayan), dan Byeol-dang (gedung tambahan).

Setiap gedung dalam Korea House mempunyai nama kuno yang puitis, seperti Haerin-gwan, dinamakan untuk gedung yang digunakan sebagai tempat menerima teman-teman dari luar negeri. Sohwa-dang yang berarti rumah kecantikan. Garak-dang untuk menyebut paviliun yang penuh keindahan dan musik serta masih banyak yang lain.

Jika Anda ingin melihat seni tradisional Korea, pertunjukan dimulai setiap hari pukul 18.30 – 19.30 dan 20.30-21.30 dengan tiket masuk 50.000 Won. Khusus hari Senin minggu ketiga, House Korea tutup. Tidak hanya itu, bagi Anda yang tertarik dengan makanan khas Korea, Kimchi, kita bisa belajar cara membuatnya dalam program “Kimchi Making” dengan tarif 45.000 Won.

Baca Juga:  Hamparan Indah Kota Makale Dari Atas Patongloan

Juga tersedia program-program yang lain seperti, program tata cara minum teh (30.000 Won), belajar seni beladiri tradisional (30.000 Won). Anda juga bisa belajar tarian perkusi atau Samulnori dengan biaya 30.000 Won. Untuk mencapai Korea House, Anda bisa naik subway melalui Seoul Subway jalur 3 atau 4 dan keluar melalui pintu exit 3.

Bagi Anda yang ingin melihat pertunjukan seni budaya khas Korea Selatan di Seoul lebih lama lagi, berikut adalah beberapa hotel yang bisa Anda gunakan untuk bermalam selama masa liburan. Yakni Ramada Hotel & Suites Seoul Namdaemun, Eastgate Tower Hotel dan Banyan Tree Club & Spa Seoul.

Incoming search terms:

  • sejarah tarian buchaechum
  • tradisi di korea selatan