Desa Mas , Gianyar , Kesenian Ukir Kayu

Mengunjungi Desa Mas Sebagai Desa Wisata

Desa Mas ( Mas Village ) tergolong sebagai desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Jika ditempuh dari Denpasar jaraknya kira-kira sekitar 20 km. Hampir di sepanjang jalan menuju desa Mas dipenuhi oleh aneka macam art-shop yang berfungsi sebagai sentra perdagangan kerajinan patung.

Desa Mas , Gianyar , Kesenian Ukir Kayu

Di art-shop itu pula banyak ditemukan mereka yang bekerja sebagai pemahat, pengukir dan pematung. Ciri dari kerajinan yang menjadi daya tarik desa Mas ini yakni keteguhannya dalam mengusung nilai-nilai humanisme dan naturalisme sebagai pesan sentralnya.

1. Ukiran Seni Patung yang Menarik

Baca Juga:  Amboi Kejernihan Air Terjun Tegenungan Di Bali

Desa Mas ini sejatinya sudah terkenal sejak jaman dulu sampai saat ini karena berbagai keunggulan yang dimiliki, semisal kesenian dan seni ukir kayu. Beragam karya seni, khususnya patung yang telah dihasilkan para perajin di desa ini dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang.

Mulai dari patung arca yang biasanya difungsikan untuk berbagai acara ritual dan persembahan masyarakat Hindu Bali, patung yang menjadi simbol sosial-kemasyarakatan warga Bali, serta patung yang merupakan hasil karya mengenai penggambaran yang cenderung abstrak serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.

2. Akar Sejarah

Sejarah desa Mas berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit berkunjung ke Bali karena kehendaknya yang ingin mempertahankan agama Hindu setelah terdesak oleh Islam di Jawa. Pedanda Sakti Bawu Rauh merupakan nama sang Brahmana tersebut, yang selama di desa Mas banyak memberikan wejangan dan pelajaran di berbagai bidang semisal agama, seni budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang bernama Mas Wilis.

Baca Juga:  Mengamati Koleksi Lukisan dan Patung di Museum Lukisan

Setelah semua ilmu dianggap berhasil dikuasai Mas Wilis, kemudian Pedanda Sakti Bawu Rauh mengadakan pendiksaan dan memberikan gelar Pangeran Manik Mas. Kemudian Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan berbagai macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Pedanda Sakti Bawu Rauh.

Demikian pula dengan Pedanda Sakti yang kemudian menancapkan tongkat tinggi (pohon tangi) yang konon masih hidup sampai saat ini untuk mengingat kejadian tersebut. Pohon tersebut terletak di Pura Taman Pule Mas. Dan mulai saat itulah daerah tersebut diberi nama Desa Mas oleh beliau.

3. Kesenian dan Kerajinan

Selain terkenal dengan aneka macam kerajinannya, Desa Mas juga terletak di lokasi yang sangat strategis sehingga tak heran jika desa ini seringkali dijadikan tujuan wisata di daerah Gianyar. Maka lengkap desa Mas sebagai surga wisata kerajinan khas masyarakat sekitar, keindahan alam, serta kental dengan nilai sejarahnya.

Baca Juga:  Candi Boko, Tempat menikmati Sunset dan Sunrise yang elok