Beranda Wisata Dalam Negeri Bali Tempat Wisata Kintamani Bali: Menyaksikan Panorama Gunung Batur dan Danau Batur

Tempat Wisata Kintamani Bali: Menyaksikan Panorama Gunung Batur dan Danau Batur

41

Travelbiz – Informasi Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia – Kintamani – Penelokan berada di samping Selatan Dusun Batur tengah, Kecamatan Kintamani kurang lebih 23 km dari Kota Bangli atau 63 km dari Denpasar ibu-kota Provinsi Bali. Sejauh area Batur mempunyai panorama yang bagus sekali sebagai daerah Kecamatan Kintamani yang berada pada bagian Utara Bangli. Penelokan ialah lokasi yang terbaik untuk menyaksikan panorama Gunung Batur dan Danau Batur.

Gunung Batur

Terletak kurang lebih 1500 mtr. dari permukaan laut yang dari tahun ke tahun mempunyai suhu ± 22o C pada siang hari, dan 16 derajat Celsius pada malam hari. Beberapa pengunjung baik lokal atau internasional, pilih tempat ini agar bisa nikmati udara pegunungan yang dingin dan fresh. Tentu saja ini benar-benar membahagiakan sekalian nikmati panorama yang cantik dengan lava hitam yang padat datang dari letusan Gunung Batur di tahun 1917 yang merusak semua dusun disekelilingnya.

Desa Kedisan terletak di tepi Selatan Gunung Batur 7 Km dari Penelokan dan sejauh jalan Kecamatan Kintamani atau 27 Km dari kota Bangli. Sebuah dusun kecil, dengan udaranya yang dingin dan fresh dan keramahan warganya yang bersebelahan dengan dusun yang lain seperti Batur, Buahan, Trunyan, dan dusun Songan hingga disebutkan Dusun Bintang Danu, karena berada di pinggir Gunung Batur. Toya Bungkah berada di pinggir samping Barat Danau Batur, 11 Km dari penelokan Kecamatan Kintamani.

Baca Juga:  Menikmati Kemegahan dan Kesederhanaan Stasiun Jakarta Kota

Tempat ini benar-benar beri kesegaran dan pas untuk memancing dan berenang. Disitu ada juga air panas yang airnya datang dari kaki Gunung Batur. Warga disitu yakin jika air ini bisa mengobati semua tipe penyakit kulit. Tempat ini telah dikenali semenjak tahun 1930 khususnya oleh beberapa periset asing. Sarana yang ada di sini diantaranya, pemondokan, hotel dan restaurant dan aula untuk menggelar tari-tarian tradisionil atau kekinian.

Pura Batur yang lebih dikenali dengan Pura Ulun Danu berada di ketinggian 900 m di permukaan laut persisnya di Dusun Kalanganyar Kecamatan Kintamani di samping Timur jalan raya Denpasar-Singaraja. Pura ini menghadap ke arah barat yang didasari Gunung Batur dengan lava hitamnya dan Danau Batur yang menghampar jauh di kaki Gunung Batur, lengkapi keelokan alam di sekitar pura.

Saat sebelum terletak yang saat ini, Pura Batur berada di lereng Barat Daya Gunung Batur. Karena letusan dasyat di tahun 1917 yang sudah merusak semua, terhitung pura ini terkecuali sebuah pelinggih yang paling tinggi. Pada akhirnya karena ide kades bersama pemuka dusun, mereka bawa pelinggih yang utuh dan membuat kembali Pura Batur ke arah tempat yang semakin tinggi yaitu pada lokasi sekarang ini. Upacara di pura ini dirayakan tiap tahun yang diberi nama Ngusaba Kedasa.

Rekreasi trackking Gunung Batur, Kabupaten Bangli, disukai beberapa pelancong asing dengan rerata setiap hari sekitar 20 wisatawan lakukan pendakian ke gunung itu. Sampai sekarang ini, pendakian ke Gunung Batur oleh pelancong asing semakin meningkat. Sehari-harinya sekitaran 20 orang pelancong asing manfaatkan rekreasi trackking ini.

Baca Juga:  Menikmati Jajanan Khas Solo di Pusat Jajanan Malam Gladag Langen Bogan

Pelancong yang lakukan rekreasi penjelajahan, langsung bisa menolong warga lokal, entahlah sebagai guide atau porter. Melancong dengan jalan kaki lewat pedalaman bawa semua bekal dan perlengkapan sendiri ialah aktivitas wisata yang terkenal di beberapa negara maju.

Ini ialah beragam langkah yang dikenali, di beberapa negara, seperti hiking, rekreasi telusuri alam, kemping, trackking atau cuman jalan, dan kemungkinan berjalan sepanjang beberapa saat, hari atau minggu, pada jalan setapak. Di wilayah yang jarang-jarang warganya di sejumlah negara berkembang, melancong dengan jalan kaki hanya sisi dari kehidupan setiap hari yang normal. Di wilayah lain, warga di tempat saat ini bisa membuat pendapatan untuk hidup dengan menolong pendaki asing.

Gunung Batur memiliki beberapa kelebihan yang tidak dipunyai gunung yang lain. Panorama saat matahari keluar (Sunrise) sebagai daya magnet yang paling disukai pelancong asing, hingga mereka kerasan dalam pendakian, selainnya sunrise, beberapa pelancong dapat nikmati pemandangan Gunung Rinjani yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mengolah air dengan belerang di Gunung Batur bisa menjadi masa lalu pendakian yang kerap tidak dilalaikan pelancong.

Untuk menyaksikan peristiwa matahari keluar dari Gunung Batur, keberangkatan pendakian harus diawali jam 04.00 Wita. Pendakian memerlukan waktu 1,5 jam sepanjang 1 km dengan jalur dimulai dari Pura Jati atau Toya Bungkah. Bila perjalanan itu on time, karena itu pendaki bisa nikmati cantiknya matahari keluar.

Baca Juga:  Tempat Wisata di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Adapun larangan dalam pendakian, selainnya jangan kotor (leteh), terpenting jadi perhatian jika Gunung Batur sedang dengan status siaga. Bila, status siaga ada, pemandu jelas sudah tidak berani ajak tamu untuk naik ke pucuk. Karena itu, saat sebelum naik ke gunung, beberapa pemandu bekerjasama dengan faksi vulkanologi Gunung Batur, hingga ketahui kondisi gunung saat sebelum pergi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here