Jalan Legian, Kuta, Monumen Bom Bali

Monumen Bom Bali Sebagai Simbol Kemanusiaan

Oktober 2002, bencana kemanusiaan yang merenggut ratusan orang-orang tak berdosa dari berbagai belahan dunia (bukan hanya kalangan non-Muslim) terjadi. Kejadian tersebut telah menjadi teror massayang begitu dahsyat sehingga dalam beberapa tahun kemudian Bali mendadak sepi karena fobia kejadian serupa bakal terjadi lagi. Kejadian pemboman yang biadab, yang bukan hanya ditentang kalangan non-Muslim namun dari kalangan Muslim sendiri.

Jalan Legian, Kuta, Monumen Bom Bali

 

1. Monumen Peringatan

Untuk memeringati hari bersejarah tersebut maka dibangunlah sebuah monumen yang kemudian diberi nama Monumen Ground Zero yang terletak tepat di bekas kejadian, yakni di Legian Kuta. Kawasan ini merupakan kawasan teramai dan terpadat di Bali karena menjadi ikon pariwisata Bali. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak café, club, toko-toko dan hotel-hotel tempat menginap pada turis.

Baca Juga:  Pantai Glagah Jogja, Kombinasi Wisata yang Unik, antara Olahraga, Perkebunan dan Wisata Air

Monumen ini dibangun dengan tujuan untuk mengenang para korban ledakan bom Sari Club dan Paddy’s Café. Gagasan awal pembuatan monumen ini berasal dari Ketua Persatuan Tourist Attraction Indonesia Bali Nyoman Rudana. Maka, setelah peristiwa pemboman itu terjadi, mulailah monumen tersebut dibangun dan selesai pada tahun 2003 dengan diberi nama “Monumen Panca Benua”.

Pada beberapa hari sebelum peresmiannya, tepatnya tanggal 8 Oktober diadakan upacara ritual Hindu (Mecaru dan Melaspas) dengan tujuan untuk membersihkan dan menyucikan. Upacara tersebut berlangsung di Ground Zero dengan dipimpin oleh dua orang pendeta Hindu yakni Ida Pedanda Gede Putra Telapah dan Ida pedanda Budha Ketut Griya. Turut hadir pula Kepala Bupati Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi, beserta tokoh masyarakat Kuta. Upacara itu mendapat perhatian dari masyarakat Kuta dan wisatawan yang kebetulan melewati monumen.

Baca Juga:  Mengenang Pahlawan Bangsa di Taman Makam Pancaka Tirta

Adapun yang menjadi korban, detilnya sebagai berikut. Australia 88 orang, Indonesia 38 orang (kebanyakan warga Bali), Inggris 26 orang, Amerika Serikat 7 orang, Jerman 6 orang, Swedia 5 orang, Belanda 4 orang, Perancis 4 orang, Denmark 3 orang, Selandia Baru 3 orang, Swiss 3 orang, Brasil 2 orang, Kanada 2 orang, Jepang 2 orang, Afrika Selatan 2 orang, Korea Selatan 2 orang, Ekuador 1 orang, Yunani 1 orang, Italia 1 orang, Polandia 1 orang,Portugal1 orang, dan Taiwan1 orang.

2. Lokasi

Monumen Ground Zero berada di lokasi yang sangat strategis yakni di Jalan Legian, Kuta Bali.

Selamat Datang!