Berkunjung Ke Desa Taro yang Tenang dan Tentram

Berkunjung yuk ke Desa Taro! Memangnya ada apa di desa ini sehingga begitu direkomendasikan? Desa ini begitu unik, selain alam pedesaannya yang masih asri, alami, dan bersih udaranya, juga terdapat binatang Lembu yang dalam kepercayaan penduduk sekitar begitu dikeramatkan. Lembu juga menjadi binatang yang dijadikan pelengkap dalam setiap pagelaran upacara keagamaan di Bali.

Berkunjung Ke Desa Taro yang Tenang dan Tentram 1

Sebagai binatang pelengkap yang memiliki peran cukup urgen dalam setiap uapacara keagamaan yang sakral, Lembu berwarna putih tersebut biasanya akan dibawa ke tempat upacara. Selanjutnya oleh penyelenggara akan dituntun mengelilingi areal/ lapangan upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya sampai akhirnya berkeliling tiga kali.

Baca Juga:  Mengunjungi Museum Subak

1. Trekking Gajah

Apa nama upacara tersebut? Masyarakat sekitar menyebutnya dengan upacara Mapepada atau Purwadaksina. Setelah upacara tersebut dilaksanakan biasanya Lembu putih tersebut akan dimasukkan lagi ke hutan Desa Taro. Tentunya setelah disuguhi berbagai macam sesajen.

Selain itu, di Desa Taro juga ada atraksi wisata baru yang cukup unik dan menarik bagi wisatawan yang datang yakni Trekking Gajah. Dimana pengunjung diberikan kesempatan untuk menunggangi Gajah, binatang yang memiliki badan super besar, untuk mengelilingi hutan. Disamping itu juga, Anda sendiri bisa mengarahkan sang Gajah untuk berenang di dalam kolam tanpa Anda turun dari atasnya. Sensasi yang sangat luar biasa, bukan?

2. Bayar Berapa?

Baca Juga:  Menelisik Keunikan Museum Semarajaya Bali

Untuk menaiki Gajah tersebut tentu biayanya mahal, ya? Ah, tidak juga. Anda cukup menyediakan uang senilai 45 dolar AS untuk langsung bisa menaiki Gajah impian Anda. Lumayan terjangkau kalau dibandingkan dengan sensasi yang bakal diberikannya dengan menunggangi punggung Gajah.

3. Lokasi

Berjarak lebih kurang 40 kilometer dari Ibukota Denpasar. Secara geografis Desa Taro merupakan bagian  kawasan Munduk Gunung Lebah, dataran tinggi yang membujur dari Utara ke Selatan diapit oleh dua aliran sungai. Yakni sungai Oos Ulu Luh di sebelah Barat dan sungal Oos Ulu Muani di sebelah Timur.

Kedua aliran sungai ini kemudian menyatu di tepi Barat Desa Ubud yang dikenal dengan nama Campuhan Ubud. Di bagian Utara DesaTaro berbatasan dengan Desa Apuan, Kintamani, di Timur dengan Desa Sebatu, Tegallalang, Selatan berbatasan dengan Desa Kelusa, Tegallalang, di Barat dengan Desa Puhu, Payangan Gianyar.

Baca Juga:  Jadwal Kapal Pelni KM Binaiya Mei 2023

Selamat Mengunjungi!