Kota Bandung Akan Sediakan Zona Wisata Kuliner Halal

Travel.biz.id – Kota Bandung Akan Sediakan Zona Wisata Kuliner Halal, Bukan Hanya untuk Wisatawan Muslim Kota Bandung kali ini akan memiliki kawasan wisata kuliner halal. Program ini dibuat oleh Pemkot Bandung bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNES).

Program wisata kuliner halal ini, diharapkan menjadi langkah Pemkot Bandung dalam memulihkan perekonomian di wilayahnya.

“Pascacovid-19 ini kita bisa memulihkan perekonomian dengan cepat. Salah satunya dengan zona halal. Bisa dimulai dari kuliner halal dulu,” ujar Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Terkait lokasi Kawasan Tamansari tepatnya di area Gelap Nyawang akan menjadi zona wisata halal yang terintegrasi

“Gelap Nyawang jadi vocal point karena di sekitarnya banyak sekali potensi wisata yang bisa jadi jalur wisata. Selain itu, dekat juga dengan Masjid Salman ITB, dan beberapa tempat belanja lainnya,” ujar Kadis Disbudpar, Kenny Dewi Kaniasari seperti Pikiran-Rakyat.com kutip dari laman resmi Pemkot Bandung.

Baca Juga:  Asyiknya Wisata Arung Jeram di Sungai Palayangan!

Menurut Yeni, Tamansari dipilih menjadi lokasi zona wisata halal karena memenuhi berbagai aspek, yakni dekat tempat ibadah, wisata, tempat pendidikan, area belanja, dan Rumah Sakit.

Menanggapi hal serupa, Direktur KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, mengatakan pembangunan zona wisata halal dapat memenuhi kebutuhan wisatawan.

“Kita juga berharap, zona ini bukan jadi yang ekslusif kesannya. Tapi, ingin agar halal life style itu memang menjadi kebutuhan bersama, bukan hanya muslim,” kata Putu.***

Menurut Yana, pembuatan zona wisata halal bukan hanya diperuntukkan oleh wisatawan muslim.

“Jangan sampai stigmanya itu Bandung cuma buat muslim nih? Bukan, halal itu bukan hanya untuk muslim saja, siapapun boleh datang ke zona wisata halal ini. Kita bisa coba di beberapa titik sentra pedagang kali lima (PKL) kuliner binaan kami,” ucap Yana

Baca Juga:  Disneyland California Akhirnya Dibuka Setelah 13 Bulan Tutup karena Pandemi Covid-19

Untuk meyakinkan wisatawan mencicipi kuliner di zona halal, pihaknya akan memberi informasi secara rinci terkait pengolahan makanan tersebut.

“Ada orang yang juga bertanya-tanya ini makanannya halal, tapi cara pengolahan atau sembelihnya halal juga enggak? Nah, kita harus pastikan itu juga ke wisatawan. Misal, sop kaki kambing, kita harus tunjukkan kalau penyembelihannya juga halal, bisa melalui RPH atau tempat yang memang tersertifikasi halal,” ujar Yana.

Yana menjelaskan, adanya zona wisata halal ini, berkaca dari negara-negara lainnya yang sudah memiliki fasilitas tersebut, seperti di negara Eropa.