Beranda Wisata Bunga Keabadian (Edelweis) di Bromo yang Hampir Punah

Bunga Keabadian (Edelweis) di Bromo yang Hampir Punah

37

Bunga Keabadian di Bromo yang Hampir Punah

Travelbiz – Informasi Destinasi Wisata Indonesia – Bunga Keabadian Edelweiss Bromo. Wisata Bromo tidak pernah sepi akan pengunjung. Gunung yang mempunyai view paling cantik ketika sunrise ini juga tetep masih ada pengunjung walaupun saat ini tengah mengalami masa erupsi kawah Bromo.

Status sekarang masih SIAGA 3, pengunjung dilarang masuk kawasan Kawah Bromo dan area sekitarnya dalam radius 3km. Pengunjung masih bisa menikmati keindahan sunrise Bromo di area penanjakan dan Kingkong Hill karena memang jarak dari kawah lebih dari 3km.

Bunga Edelweis Bromo Dilindungi

Baik, kita lupakan dulu erupsi gunung Bromo. Berbicara soal gunung Bromo, siapa yang tidak tahu bunga Edelweis. Ya, bunga “keabadian” dengan nama latin “Anaphalis javanica” adalah bunga yang tumbuh di daerah pegunungan tinggi di Indonesia. Tumbuhan jenis ini bisa mencapai ketinggian sekitar 8m, dengan batang yang juga memiliki ukuran yang sangat besar seukuran kaki manusia meskipun kebanyakan tidak melebihi 1m.

Bunga Edelweis Bromo Dilindungi

Bunga Edelweis merupakan bunga yang sebenernya dilindungi. Karena jumlah bunga ini di kawasan wisata gunung Bromo semakin sedikit. Butuh perjuangan sebenernya untuk dapat memetik bunga Edelweis Bromo ini. Karena Bunga Edelweis terletak di puncak-puncak dan lereng gunung. Maka dari itu ga bisa dibayangkan betapa susahnya perjuangan orang-orang yang menjual bunga edelweiss ini.

Baca Juga:  Lembah Putri Pangandaran: Saksikan Panorama Pantai Yang Indah

Bunga Edelweis Bromo Dilindungi

Dengan kondisi jumlah bunga Edelweis di Bromo yang semakin sedikit, ada kabar gembira untuk kita semua, bahwa ternyata sekarang ini tengah dibudidayakan Bunga edelweiss di Dataran Tinggi Dieng. Petani di sana menanam bunga edelweiss dari biji bunga yang tersebar di sekitar induk bunga. Bunga edelweiss ini ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian kurang lebih 1000 mdpl pada tanah yang memiliki sifat kapur dan berpasir dengan pH antara 4-7.

Bersyukur, karena ada orang yang mau dan memiliki kesadaran yang begitu kuat untuk membuat bunga Edelweis ini tumbuh alami di alamnya. Mari biarkanlah bunga-bunga ini tetap tumbuh di sana untuk menyambut kita para pendaki gunung dengan cantiknya. Jagalah bunga Edelweis dari hati kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here