Melirik Kodifikasi Karya Antonio Blanco

Museum Antonio Blanco ialah sebuah museum yang berdiri di tanah yang diberikan oleh seorang raja sebagai bentuk penghargaan kepada sosok Antonio Blanco atas berbagai karya seni lukisnya selama ia tinggal dan menetap di Pulau Dewata. Di museum ini disimpan berbagai karya Antonio yang terkenal itu, dan dari situ pengunjung bisa menyaksikan kepiawaian sang maestro dalam olah rasa karsa, dan cipta.

Melirik Kodifikasi Karya Antonio Blanco 1

1. Tertata Rapi dan Lengkap

Museum ini begitu tertata rapi dan koleksinya sangat lengkap. Di museum ini juga terdapat koleksi burung-burung jenis Golden Macaw dan Kakak Tua yang menjadi pelengkap keunikan dan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Ketika memasuki musim Anda akan melalui sebuah gerbang besar serta menaiki anak tangga yang sangat unik karena tepat di kedua sisinya terdapat relief ular naga.

Baca Juga:  Pantai Kuwaru, Pantai yang Menawarkan Kesejukan

Jika sudah berada di area dalam museum maka serta merta pengunjung akan langsung menikmati alunan musik opera klasik yang sangat lembut. Suasana pun akan mendadak berubah menjadi lebih melankolis dan romantis. Ihwal karya-karya Antonio Blanco sebagian besarnya memiliki tema wanita yang tengah bertelanjang dada dengan unsur seni dan nilai estetisme yang sangat tinggi.

Kebiasaan wanita Bali yang bekerja keras dan berjalan jauh dengan tangan terangkat memegang panggulan di atas kepala menjadikan bentuk payudara wanita Bali indah, sehingga berdasarkan hal ini pula Antonio Blanco terinspirasi untuk menulis sebuah artikel yang berjudul “Bali-a-Breast”.

Museum ini dibuat karena keinginan sang Maestro untuk mengabadikan semua semua hasil karyanya, namun sebelum diresmikannya museum ini Antonio Blanco meninggal dunia. Impian ini diteruskan oleh putranya bernama Mario Blanco yang mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pelukis. Museum Blanco saat ini terbuka untuk umum, mempublikasikan seni dan karya lukisan sang Maestro juga sebagai tempat Mario bekerja.

Baca Juga:  Cantiknya Panorama Pesawahan di Desa Panestaan Bali

2. Lokasi

Museum ini terletak di atas bukit tepi Sungai Campuan Ubud, Gianyar Bali. Sekitar 45 menit dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh lebih kurang 25 km.

Selamat Berkunjung!